
Dilihat 1343
PENGANTAR
Pengelolaan kualitas udara merupakan hal yang vital bagi perusahaan karena sifatnya yang sangat mudah menyebar. Output pengelolaan udara yang memenuhi baku mutu akan mencegah masalah hukum, menghindari keluhan dari masyarakat dan meningkatkan citra perusahaan. Sebaliknya, pencemaran yang ditimbulkan oleh emisi dapat mendatangkan sanksi hukum, baik administrasi, pidana maupun perdata, seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Kadangkala, sanksi langsung dilakukan oleh masyarakat dengan menghentikan operasi perusahaan. Secara manajemen, teknis, dan operasional, unit pengelolaan kualitas udara merupakan sebuah sistem pengelolaan yang kompleks dan rumit karena:
- Melibatkan karakteristik input yang fluktuatif (baik kuantitas maupun kualitas)
- Keterbatasan proses karena peralatan dan rentang fleksibilitas unit yang terbatas
- Dispersi emisi di udara ambien yang sulit diprediksi
- Tuntutan output yang standar yaitu untuk memenuhi baku mutu udara baik emisi maupun ambien
- Peserta mampu memahami sistem pengelolaan persampahan yang efektif dan program persampahan
- Peserta mampu memahami konsep pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
- Peserta mampu memahami karakteristik dan teknik pengelolaan sampah
- Peserta mampu memahami konsep pengomposan dan kemampuan dasar dalam desain unit pengomposan
- Rencana Umum
- Rencana Penanganan Sampah
- Program & Kegiatan Pengembangan
- Kriteria & Standar Pelayanan
- Rencana Sumber Sampah
- Rencana Keterpaduan antara Sarana & Prasarana
- Rencana Pengembangan
- Rencana Pembiayaan & Pola Investasi
- Rencana Pengembangan Kelembagaan
- Rencana Pengemangan Peraturan
- Rencana Pengembangan Peran Masyarakat
- Rencana Tahapan Pelaksanaan
- Berdasarkan Sumber
- Berdasarkan Jenis
- Berdasarkan Bentuk
- Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan
- Proses Pengomposan
- Faktor yang Mempengaruhi Proses Pengomposan
- Strategi Mempercepat Pengomposan
- Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan
- Peralatan yang Dibutuhkan dalam Pengomposan
- Tahap Pengomposan
- Kontrol Proses Produksi Sampah
- Ciri-Ciri Kompus yang Bermutu
- Pengomposan dengan Teknologi Rendah, Teknik ini dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti windrow composting, kompos ditumpuk dalam barisan sejajar. Tumpukan bisa ditutup atau tidak ditutup, dan dibolak-balik secara berkala
- Pengomposan dengan Teknologi Sedang. Pada tumpukan bahan kompos ditambahkan pipa-pipa atau saluran aerasi. Blower mekanik atau mesin pemompa digunakan untuk meningkatkan aerasi tumpukan bahan kompos. Pembalikan juga dilakukan secara mekanis menggunakan mesin pembalik.
- Pengomposan dengan Teknologi Tinggi. Pengomposan dilakukan dengan peralatan yang dibuat khusus untuk mempercepat pembuatan kompos. Terdapat panel-panel untuk mengatur kondisi. Teknik ini umumnya digunakan pada produksi kompos skala besar/industri.
- Primary Chamber: adalah ruang bakar utama dimana semua limbah atau sampah yang akan kita bakar dimasukkan ke dalam primary chamber ini
- Primary Burner: merupakan alat pembakar yang ada di dalam ruang bakar utama
- Excess Air Supply: api tidak akan bisa menyala jika tidak ada udaranya, makanya dengan bantuan excess air supply udara dikirimkan ke dalam ruang bakar
- Auxiliary Burner: berfungsi untuk pembakar pada ruangan yang kedua (atas)
- Gas Vortex: dalam ruangan ke 2 (atas) gas yang dihasilkan dari ruang pembakaran utama tadi dibuat berputar menyerupai cyclone
Form Pendaftaran
Silahkan isi FORMULIR PENDAFTARAN berikut dengan data yang benar agar Kami dapat konfirmasi ulang kembali via email, WA maupun telepon.