Dilihat 3217
PENGANTAR
Sebagian besar dari Reliability Management Process didasarkan pada pengelolaan dari berbagai aset kritikal, namun banyak organisasi yang gagal untuk memahami sepenuhnya mengenai makna dibalik dari criticality ranking. Umumnya, aset yang ‘kritikal’ memiliki dampak yang signifikan terhadap misi dari organisasi, baik tingkat produksi atau pelayanan, mutu dari produk atau pelayanan yang dihasilkan, atau biaya dari produk atau pelayanan.
Namun mengikuti pola pikir demikian, organisasi seringkali terjebak untuk hanya mementingkan karakteristik tunggal yang membuat tiap aset menjadi ‘kritikal’.
Dengan konstruksi yang tepat terhadap Maintenance Priority Index, organisasi akan mampu menjabarkan peningkatan reliability yang harus dibuat untuk mengelola criticality, sehingga meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola asset bedasarkan criticality.
TUJUAN
Setelah mengikuti training dan workshop ini, maka diharapkan:
- Peserta mampu memahami konsep dari asset criticality
- Peserta memahami berbagai karakteristik yang menentukan asset criticality
- Peserta memahami dan menguasai penentuan karakteristik dan skala pembobotannya
- Peserta mampu melakukan analisis penentuan Maintenance Priority Index (MPI)
- Asset criticality
- Maintenance constraints of budget, time, and resources
- Contributing characteristics such as mission and customer impact, safety and environmental impact, probability of failure, spares lead time, asset replacement value, planned utilization rate, etc
- Focus group discussion (FGD) and analytical hierarchy process (AHP)
- Decisions criteria of 80-20 rules and ABC classification
- Priority techniques such as RPN, RIME, and NUCREC.
Form Pendaftaran
Silahkan isi FORMULIR PENDAFTARAN berikut dengan data yang benar agar Kami dapat konfirmasi ulang kembali via email, WA maupun telepon.